SELAMAT DATANG !

Selamat datang !, kami menghargai anda untuk berbagi ilmu,pengetahuan dan saran-saran yang membangun . Kirim via email : Wyudiani@yahoo.com atau yudiedu99@gmail.com Bravo semuanya.

Translate

Minggu, 25 Mei 2014

.ANALISIS SWOT DALAM MENENTUKAN STRATEGI PEMASARAN TAMATAN PADA INSTITUSI PENDIDIKAN DI DUNIA USAHA/DUNIA INDUSTRI



ANALISIS SWOT DALAM MENENTUKAN STRATEGI PEMASARAN TAMATAN  PADA INSTITUSI PENDIDIKAN
DI DUNIA USAHA/DUNIA INDUSTRI


Walan Yudiani
NIM :55313110040
Jurusan Magister Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana
Korespondensi : Wyudiani@yahoo.com



Abstrak
Artikel  ini  bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan kekuatan ,kelemahan  (lingkungan internal) serta peluang dan ancaman  (lingkungan eksternal) pada institusi pendidikan sehingga dengan  begitu kita dapat merumuskan strategi  pemasaran  tamatan yang tepat pada  Institusi Pendidikan.

A.     Pendahuluan
Salah satu ciri institusi pendidikan yang bermutu adalah dapat merespon kepercayaan masyarakat artinya, bagaimana pihak institusi pendidikan  mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi putra-putrinya sehingga menghasilkan anak-anak yang bermutu dalam segala hal. Mengingat perkembangan dunia IPTEK serta era globalisasi di depan mata maka tujuan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan masyarakat diantaranya dapat bekerja di dunia usaha/dunia industri selain ada juga yang dimungkinkan berwiraswasta maka pihak institusi pendidikan perlu melakukan pembenahan-pembenahan dalam hal sumber daya manusia yang profesional, manajemen yang handal, kegiatan belajar-mengajar yang berkualitas, adanya akses terhadap lembaga pendidikan yang lebih tinggi lagi baik dalam maupun luar negeri bermutu serta ketersediaan sarana-prasana yang setaraf dengan pendidikan bertaraf internasional. Tantangan yang semakin ketat dalam dunia pendidikan khususnya bagi para pelaksana perencanaan dan manajemen, pengambil kebijakan urusan pendidikan dalam hal ini pemerintah, harus memiliki alat atau peranti untuk mengevaluasi sampai sejauh mana pembangunan pendidikan terutama kinerja layanan pendidikan bagi masyarakat dapat tercapai secara optimal. Salah satu strategi manajerial yang dikembangkan untuk menjamin sebuah organisasi (sekolah) memiliki daya tahan dan daya hidup dari masa sekarang dan berkelajutan sampai masa yang akan datang yaitu dengan melakukan analisis SWOT.Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor – faktor sistematis untuk merumuskan strategi sebuah organisasi baik perusahaan bisnis maupun organisasi sosial. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strength), dan Peluang (opportunities), Namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weaknessess) dan ancaman (threats). Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan visi, misi, tujuan, dan kebijakan program – program sebuah organisasi. Dengan demikian perencana strategis (Strategic planner) harus menganalisis faktor – faktor strategis organisasi (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) dalam kondisi yang ada saat ini. Model yang paling populer saat ini adalah analisis SWOT.
B.     Kerangka Teori
1.Manajemen Strategi
Definisi manajemen strategi menurut David (2011 : 6) adalah sebagai seni dan ilmu untuk memformulasikan, mengimplementasi, dan mengevaluasi keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi dapat mencapai tujuannya. Seperti tersirat dalam definisi, manajemen strategis berfokus pada mengintegrasikan manajemen, pemasaran, keuangan/akuntansi, produk/operasi, penelitian dan pengembangan, dan sistem informasi computer untuk mencapai tujuan organisasi.
Perencanaan merupakan tindakan awal dalam aktifitas manajerial setiap organisasi. Perencanaan strategis adalah instrumen kepemimpinan dan suatu proses. Sebagai suatu proses, ia menentukan apa yang dikehendaki suatu organisasi dimasa depan dan bagaimana usaha mencapainya. Seperti yang ditegaskan oleh Steiss yang disadur oleh Salusu (2006 : 500) bahwa perencanaan strategis sebagai komponen dari manajemen strategis bertugas untuk memperjelas tujuan dan sasaran, memilih berbagai kebijaksanaan, terutama dalam memperoleh dan mengalokasikan sumber daya serta menciptakan suatu pedoman dalam menerjemahkan kebijaksanaan organisasi.
2.Pengertian Pemasaran
Pengertian pemasaran pada organisasi yang berorientasi laba (perusahaan) dengan organisasi nirlaba (sekolah) sangat berbedaPerbedaan yang nyata terletak pada cara organisasi dalam memperoleh sumber dana yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas operasi. Perusahaan memperoleh modal pertamanya dari para investor atau pemegang saham. Jika perusahaan telah beroperasi, dana operasional perusahaan terutama diperoleh dari hasil penjualan produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Dalam hal ini, perusahaan hanya menghadapi satu unsur pokok, yaitu konsumen. Jika produk yang dihasilkan oleh perusahaan dapat memuaskan para konsumennya, maka transaksi akan terjadi dan perusahaan mempunyai dana untuk dapat melanjutkan aktivitas operasionalnya.
Sebaliknya, organisasi nirlaba (sekolah) memperoleh dana dari sumbangan para donatur atau lembaga induk yang tidak mengharapkan imbalan apapun dari organisasi tersebut. Sebagai akibatnya, dalam sekolah timbul transaksi tertentu yang jarang terjadi dalam perusahaan, yaitu penerimaan sumbangan. Dengan anggaran yang diperolehnya itu, sekolah menghasilkan jasa yang ditawarkan kepada konsumennya (siswa). Berbeda dengan perusahaan, apabila jasa yang dihasilkan sekolah ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan dan keinginan siswanya, maka para donatur masih mungkin akan memberi dana lagi jika para donatur masih menganggap sekolah itu baik. Sebaliknya, meskipun jasa yang dihasilkan oleh sekolah itu sesuai dengan kebutuhan dan keinginan siswanya, itu belum menjamin bahwa anggaran para donatur untuk sekolah itu akan meningkat.
Konsekuensi dari perbedaan perusahaan dengan sekolah tersebut adalah bahwa ukuran keberhasilan perusahaan dan sekolah itu berbeda. Perusahaan yang pada dasarnya berorientasi terhadap laba akan dianggap sukses jika berhasil meraup untung yang besar. Sebaliknya, pada sekolah, meskipun berhasil memperoleh dana yang lebih besar dari para donatur, mungkin saja sekolah tersebut gagal dalam memanfaatkan sumber daya tersebut secara efektif dan efisien bagi pemenuhan kebutuhan dan keinginan siswanya. Oleh karena itu, kemampuan sekolah dalam memperoleh sumber daya tidak dapat dijadikan ukuran keberhasilan organisasi sekolah. Dengan demikian, keberhasilan sekolah harus diukur dari sejauh mana jasa yang dihasilkan oleh sekolah tersebut telah memenuhi kebutuhan dan keinginan siswanya.
Menurut Kotler dan Fox (1995), institusi pendidikan memiliki hubungan timbal balik dengan lingkungannya. Hubungan timbal balik ini terkait erat dengan teori pertukaran sosial. Institusi pendidikan memerlukan berbagai macam sumber daya (seperti para siswa, dana, sukarelawan, waktu, dan energi), dan sebagai imbalannya menawarkan pelayanan dan kepuasan. Hal ini sangat bervariasi tergantung pada jenis institusinya. Misalnya, sekolah menyediakan jasa pemeliharaan dan perawatan anak (custodial care), jasa kemasyarakatan, serta penyiapan murid untuk ujian negara. Ada lima bidang pertukaran utama dalam suatu lingkungan institusi pendidikan, yaitu:
a). Lingkungan internal, yaitu kelompok kelompok di dalam organisasi sekolah.
b). Lingkungan pasar, yaitu kelompok kelompok yang menyediakan sumber daya bagi organisasi sekolah.
c). Lingkungan publik, yaitu masyarakat yang pandangannya dapat mempengaruhi organisasi sekolah dan cara kerja organisasi sekolah.
d). Lingkungan kompetitif, yaitu institusi institusi pendidikan yang bersaing di dalam pasar dan/atau untuk mendapatkan dukungan masyarakat.
e). Lingkungan makro, yaitu kerangka kebijakan dan administratif yang lebih luas di mana organisasi sekolah diselenggarakan.
Joewono (2008) menjelaskan pengertian pemasaran jasa sebagai suatu konsep pemasaran yang mendefinisikan bahwa organisasi harus lebih peduli terhadap apa yang dirasakan konsumen dibanding apa yang dipikirkan konsumen tentang produk/jasa yang mereka tawarkan. Di dalam pemasaran jasa, lebih penting mengetahui bagaimana cara menawarkan produk/jasa daripada apa yang ditawarkan produk/jasa. Jadi, pemasaran jasa bertujuan untuk menciptakan memorable experience bagi konsumen.
3. Bauran Pemasaran
Menurut Kotler (2000), Bauran pemasaran adalah suatu perangkat pemasaran yang dapat digunakan oleh perusahaan dalam mencapai tujuan pemasaran dalam target pasarnya. Bauran pemasaran adalah kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan yaitu product, price, promotion, place, disingkat menjadi 4P.
a)      Product (produk)
b)      Price (harga)
c)      Promotion (promosi)
d)      Place (tempat/saluran distribusi)
Namun bagi sektor jasa, komponen-komponen tersebut ditambah 3P, yaitu: orang (Person), proses (Process), dan bukti (Proof). Strategi campuran ini akan dijelaskan lebih lanjut oleh James dan Phillips di bawah ini.
James dan Phillips (1995) menggunakan kerangka teoritis tersebut untuk mengevaluasi praktek pemasaran pada 11 sekolah, termasuk sekolah dasar, sekolah menengah, sekolah negeri, dan sekolah swasta, yang beroperasi dalam lingkungan yang kompetitif. Hasil penemuan dari penelitian tersebut dapat dirangkum sebagai berikut.
a)      Produk, yaitu fasilitas dan pelayanan yang ditawarkan oleh sekolah. Meskipun sekolah yang disurvei sangat giat dalam menawarkan produk/pelayanan yang berkualitas, namun sejumlah masalah masih dapat ditemukan, seperti:
1)      Kurangnya pertimbangan pada ragam penawaran. Sebagian besar sekolah cenderung memberikan terlalu banyakpenawaran. Sekolah seharusnya melakukan spesialisasi pada suatu hal tertentu.
2)      Adanya kebutuhan untuk melihat pelajaran, yakni keuntungan apa yang akan didapatkan pelanggan (siswa) daripada hanya memberikan gambaran umum tentang kandungan materi yang ada dalam pelajaran tersebut.
3)       Adanya kebutuhan untuk memastikan bahwa kualitas dilihat dalam arti terpenuhinya kebutuhan pelanggan daripada kualitas pelajaran itu sendiri.
4)      Hanya ada sedikit perhatian akan“potensi hidup” dari pelajaran tersebut.
b)      Harga, yaitu pembiayaan (costing) yang membandingkan pengeluaran dengan keuntungan yang didapat pelanggan, serta penetapan harga (pricing) atau harga yang dikenakan kepada pelanggan. Hal ini terlihat jelas pada sekolah swasta karena pilihan pasar sangat terbuka untuk calon orangtua, yaitu antara “sekolah swasta yang mahal” dan “sekolah negeri yang bagus dan gratis”. Akan tetapi, hal ini adalah persoalan penting bagi sekolah negeri karena:
1)      Proses perekrutan siswa mengarah kepada tambahan dana dari pemerintah.
2)      Dukungan dana sponsor dari anggota komunitas pebisnis lokal.
3)      Biaya yang dikenakan dan sumbangan orang tua untuk fasilitas tambahan dan aktivitas ekstrakurikuler.
c)      Lokasi, yaitu kemudahan akses dan penampilan serta kondisinya secara keseluruhan. Ketika sekolah memperhatikan masalah penampilan (misalnya melalui dekorasi, tampilan, dan ucapan selamat datang kepada pengunjung), maka akan semakin berkurangnya perhatian yang diberikan kepada masalah akses (seperti parkir untuk pengunjung, akses bagi penyandang cacat, konsultasi di luar sekolah, dan mesin penjawab telepon).
d)      Promosi, yaitu kemampuan mengkomunikasikan manfaat yang didapat dari organisasi bagi para pelanggan potensial. Meskipun sekolah telah aktif pada sebagian besar aktivitas promosi ini, namun dari 11 sekolah yang disurvei, hanya terdapat kurang dari setengahnya yang telah mengiklankan diri.
e)      Orang, yaitu orang yang terlibat dalam menyediakan jasa. Masalahnya adalah tidak semua karyawan sekolah menyampaikan pesan yang sama kepada orang tua dan kelompok lain di luar sekolah. Hal ini terkait dengan budaya sekolah yang tidak sepenuhnya mengambil pendekatan yang berorientasi pada pasar.
f)        Proses, yaitu sistem operasional untuk mengatur pemasaran, dengan implikasi yang jelas terhadap penempatan karyawan sekolah dalam hal pembagian tanggung jawab untuk mengkoordinasikan dan mencari sumber daya bagi strategi pemasaran sekolah. Dari 11 sekolah yang disurvei, tidak ada satupun sekolah yang memberikan kepercayaan kepada seorang karyawan sekolah atas tanggung jawab tersebut, dimana pengelolaan dan operasinya cenderung tidak terencana dan intuitif, bukan terencana secara strategis dan sistematis.
g)      Bukti, yaitu bukti yang menunjukkan bahwa pelanggan akan mendapatkan manfaat sehingga memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan dan evaluasi (seperti hasil ujian). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa sekolah tidak dapat mengemukakan aspek-aspek apa saja dari tindakan mereka yang menunjukkan bukti dari manfaat pelayanan yang diberikan kepada pelanggan.
Dari 7P di atas, penekanan utamanya terpusat pada produk sekolah. Sekolah masih belum menetapkan strategi jangka panjang karena sebagian besar kebijakan sekolah dalam bentuk strategi jangka pendek yang tidak terencana serta reaktif (manajemen krisis sebagai respon terhadap menurunnya peran dan meningkatnya persaingan setempat). Banyak sekolah belum melakukan pengamatan pasar dengan menggunakan riset dan analisis pasar yang sistematis. Sekolah lebih menyukai strategi pasar tunggal, yang memberikan “semua hal bagi semua siswa yang potensial” daripada menekankan adanya perbedaan dan penyediaan khusus sebagai salah satu cara untuk menangkap potensi pasar. Pada saat yang sama, sekolah menghindari persaingan yang tidak berguna dan mempromosikan kerjasama dengan penyedia lokal lainnya. Strategi pemasaran campuran termasuk kategori strategi pemasaran tradisional, yaitu pemasaran yang berorientasi pada transaksi (relationship marketing) sebagai kunci untuk keberhasilan komersial. Jika kita dapat menarik pelanggan, maka kita harus terus membangun hubungan baik dengan mereka serta menumbuhkan kepercayaan jangka panjang untuk menciptakan promosi “mulut ke mulut” (Gronroos, 1997).
4.Institusi Pendidikan dan DU/DI
   Institusi pendidikan disini  dibatasi pada Sekolah menengah kejuruan dan Pendidikan tinggi. Menurut peraturan pemerintah No.60 tahun 2010 bahwa Sekolah menengah kejuruan adalah Sekolah Menengah Kejuruan, yang selanjutnya disingkat SMK, adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP, MTs, atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama atau setara SMP atau MTs. Sementara Pendidikan Tinggi  adalah jenjang pendidikan pada jalur pendidikan formal setelah pendidikan menengah yang dapat berupa program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor, yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.
Dunia usaha (DU) / Dunia Industri (DI) adalah tempat yang merupakan poros dari bergeraknya segala sesuatu yang inovatif, dengan teknik yang berbeda, untuk menghasilkan kesejahteraan orang banyak yang di pimpin oleh seorang yang kreatif yang disebut dengan entrepreneur.
C.     Pembahasan
Analisis SWOT
Analisis SWOT merupakan cara untuk menganalisis strategi pemasaran tamatan pada Institusi pendidikan  dalam lingkungan internal maupun eksternalnya, yang bertujuan untuk mendeteksi serta merumuskan kebijaksanaan yang sifatnya strategi bagi Institusi pendidikan. Adapun Implementasi strategi untuk bidang fungsi pemasaran yaitu dimulai dengan mempertimbangkan bauran pemasaran (marketing mix), yakni produk, harga, saluran distribusi,  promosi, orang, proses dan bukti. Bauran dari unsur-unsur pemasaran tersebut harus tepat, dan rencana-rencana dari setiap unsur tersebut juga harus tepat. Bauran pemasaran merupakan variabel yang dapat dikendalikan oleh organisasi institusi pendidikan untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap target pasar atau mempengaruhi target pasar tersebut. organisasi institusi pendidikan harus mengembangkan strategi-strategi dengan mengsinkronisasikan unsur-unsur bauran pemasaran untuk mencapai sasaran yang sama.
Untuk memberikan gambaran yang jelas  pada analisis SWOT perlu dibuat variabel-variabel  atau obyek yang akan dianalisis berdasarkan  beberapa analisis lima bidang pertukaran utama dalam suatu lingkungan institusi pendidikan, yaitu:
a). Lingkungan internal, yaitu kelompok-kelompok di dalam organisasi sekolah.
b). Lingkungan pasar, yaitu kelompok-kelompok yang menyediakan sumber daya bagi organisasi sekolah.
c). Lingkungan publik, yaitu masyarakat yang pandangannya dapat mempengaruhi organisasi sekolah dan cara kerja organisasi sekolah.
d). Lingkungan kompetitif, yaitu institusi- institusi pendidikan yang bersaing di dalam pasar dan/atau untuk mendapatkan dukungan masyarakat.
e). Lingkungan makro, yaitu kerangka kebijakan dan administratif yang lebih luas di mana organisasi sekolah diselenggarakan
Dan ditambah dengan pendekatan fungsional yang hanya dibatasi pada fungsi pemasaran saja melalui pendekatan bauran pemasaran dengan 7 variabel yaitu produk,harga,tempat,promosi ,orang,proses dan bukti. Dalam analisis SWOT data yang digunakan adalah sebagai berikut :
a)      Dalam sel Opportunities (O), dirumuskan beberapa peluang yang dihadapi oleh Institusi Pendidikan. Hal ini harus mempertimbangkan deregulasi pendidikan sebagai salah satu faktor strategis.
b)      Dalam sel Threats (T), menentukan beberapa ancaman yang dihadapi institusi pendidikan.
c)      Dalam sel Strengths (S), menentukan beberapa ancaman yang dihadapi institusi pendidikan.
d)      Dalam sel Weaknesses (W), menentukan beberapa kelemahan yang masih membelit institusi pendidikan.
e)      Merumuskan beberapa kemungkinan alternatif strategi institusi pendidikan berdasarkan pertimbangan kombinasi empat peluang faktor strategi tersebut, yang terdiri dari :
1)      Strategi SO,Strategi ini dibuat berdasarkan suatu jalan pikiran, yaitu bagaimana institusi pendidikan menggunakan seluruh kekuatan untuk memanfaatkan peluang.
2)      Strategi ST,Strategi ini untuk menggunakan kekuatan yang dimiliki institusi pendidikan dengan cara menghindari ancaman.
3)      Strategi WO, Strategi ini diterapkan dengan memanfaatkan peluang yang ada dan mengatasi kelemahan-kelemahan yang dimiliki.
4)      Strategi WT,Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan ditujukan meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.
Selanjutnya dengan menggunakan faktor strategis baik internal maupun eksternal sebagaimana telah dijelaskan dalam tabel EFAS dan IFAS, lalu melanjutkan tahap satu sampai dengan enam diatas. Transfer peluang dan ancaman (tahap satu dan dua) dari tabel EFAS serta tambahkan kekuatan dan kelemahan (dari tahap ketiga dan keempat). Berdasarkan pendekatan tersebut, dapat dibuat berbagai kemungkinan alternatif strategi (SO, ST, WO, WT)


 

IFAS





EFAS
Strengths(S)
1. Motivasi pendidik dengan peserta didik
2. Hubungan personality antar pendidik dan peserta baik inter maupun ekstrakurikuller
3.Pendidik melakukan varian metode dan pendekatan mengajar sesuai perkembangan jaman.
4. Status strata pendidik
5. Memiliki diferensasi unggulan
6. Kerja sama dengan beberapa Dudi .
7. Link dengan institusi pendidikan luar negeri

Weaknesses (W)
1. Rekrutmen pendidik dan tenaga pendidik.
2. Pendidik  dan tenaga pendidik berstatus tidak tetap.
3. Penerimaan peserta didik baru/pindahan.
4. Pembiayaan Orang tua
5.Fasilitas pembelajaran seperti perpustakaan.
6. Perawatan gedung dan penambahan sarana
7. Pemasaran tamatan





Opportunites (O)
1. Dukungan Pemerintah dalam membantu sarana dengan cara mengajukan proposal
2.Banyaknya pelatihan untuk pendidik yang dibiayai pemerintah.
3. Pemerintah menyediakan beasiswa untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
4. DU/DI memiliki grade diatas rata-rata di bidang MIPATEK untuk bergabung ditambah Soft Skill yang mumpuni
5. Banyaknya kegiatan minat dan bakat peserta didik  sampai dengan tingkat Internasional.
6. Dukungan Masyarakat untuk mencari institusi pendidikan yang berkwalitas.
7.Program pemerintah melalui BIDIK MISI.
8. Pendidikan di luar negeri banyak mengeluarkan beasiswa gratis.
9. Adanya program Sertifikasi Pendidik dari Pemerintah

Strategi (SO)
1. Mengikuti Program beasiswa gratis .(S4, O3).
2.Aktifkan dengan keunggulan Ekstrakokurikuler yang tangguh  sebagai ciri khas diferensiasi institusi pendidikan (S5,O5).
3. Pengajaran MIPATEK lebih kontinyu dan terukur serta pembiasaan berbudaya dan pekerti yang baik  terintegrasi pada kurikulum dan kehidupan kampus atau sekolah lebih ditingkatkan dan dihidupkan kembali.(S6,S8,O4)
4. Kerjasama secara vertikal dan horizontal pada pendidikan di luar negeri. (S7,O8)

Strategi (WO)
1.Melalui program bidik misi membantu pembiayaan orang bagi peserta didik yang berprestasi (W4,O7).
2. Mengajukan proposal sarpras ke pemerintah (W5,W6,O1).
3.Pengajuan  pendidik mengikuti program sertifikasi untuk mengikat menjadi  pendidik tetap (W2,O9)
3.Bentuk Bursa Kerja Khusus (W7,O4)
Threats (T)
1. Banyaknya Institusi pendidikan yang setingkat dan berkwalitas.
2.Lingkungan Sosial masyarakat
3.Kemajuan Iptek yang terus berkembang.
4.Persaingan global

Strategi (ST)
1. Status strata pendidik ditingkatkan (S4,T1).
2. Pendekatan ,metode dan model belajar bervarian sesuai tuntutan jaman (S3, T1).
3. Sinergis dengan dunia usaha dan industri lebih digiatkan agar tamatan sesuai apa yang dibutuhkan pelaku usaha /industri (S6,T1)
4. Hubungan civitas akademika dan masyarakat terus dikembangkan dan digali (S2,T2).
5. Budaya rasa ingin tahu terus digali kepada civitas akademika (S1,T3)
Strategi (WT)
1.Tamatan sebelum ditawarkan adakan pelatihan psychology kerja dan wajib memiliki kemampuan bahasa inggris,bahasa mandarin sebagai bahasa pasar global (W7,T4).
2. Perekrutan pendidik dan tenaga pendidik lebih memperhatikan kemampuan soft dan hard skill (W1,T3)




D     Kesimpulan
Jika hasil analiss SWOT pada Institusi pendidikan seperti diatas maka strategi pemasaran tamatan pada Intitusi pendidikan adalah sebagai berikut:
  1. Pengajaran MIPATEK lebih kontinyu dan terukur serta pembiasaan berbudaya dan pekerti yang baik  terintegrasi pada kurikulum dan kehidupan kampus atau sekolah lebih ditingkatkan dan dihidupkan kembali  karena permintaan pasar DU/DI yang demikian itu.
  2. Bentuk Bursa Kerja Khusus.
  3. Sinergis dengan dunia usaha dan industri lebih digiatkan agar tamatan sesuai apa yang dibutuhkan pelaku usaha /industri.
  4. Tamatan sebelum ditawarkan adakan pelatihan psychology kerja dan wajib memiliki kemampuan bahasa inggris,bahasa mandarin sebagai bahasa pasar global

Daftar Pustaka

David, Fred. R, 2011. Strategic Management: Consepts and Cases, 13th Ed.
Suhartini, 2012. Analisis Swot dalam Menentukan Strategi Pemasaran,  Jurnal Matrik Teknik Industri Universitas Muhammadiyah. Gresik, Maret 2012 : 1-7.
Wijaya David, 2008. Pemasaran Jasa Pendidikan Sebagai Upaya Meningkatkan Daya Saing Sekolah, Jurnal Pendidikan Penabur - No.11/Tahun ke-7/Desember 2008  : 42-56.
_________, Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.Peraturan Pemerintah No.66 tahun 2010 .

Read more »

Rabu, 23 April 2014

TRAINING ASESOR KOMPETENSI NASIONAL





TRAINING ASESOR 
KOMPETENSI NASIONAL

Autolab bersama Lembaga Sertifikasi Teknik Otomotif Indonesia (LSP- TO INDONESIA) mengadakan program Training Asesor Kompetensi Nasional yang akan diselenggarakan pada tanggal 7 -11 Mei 2014 bertempat di Pusat Pelatihan PAM Bekasi Jawa Barat.

Persyaratan Peserta :
1 . Peserta harus bisa mengoperasikan Komputer/Laptop minimal   
     program word dan exsel
2. Peserta Training Wajib membawa Laptop dan Flashdisc.
3. Peserta membawa/mengumpulkan foto terakhir (berwarna ,latar 
    belakang merah ) 2x3 sebanyak 4 lembar, dan 3 x4 sebanyak 
    4 lembar.
4. Peserta membawa FC Ijazah terakhir 4 lembar dan sertifikat 
    training teknis maupun teknis (jika ada) masing-masing 4 lembar.
5. Konfirmasi dan pendaftaran terakhir tanggal 2 Mei 2014 dan 
    ditutup lebih awal jika kuota maksimal ( 20 peserta) sudah 
     terpenuhi.
6. Membayar biaya training ( Rp. 4.000.000,-) paling lambat pada
    saat konfirmasi terakhir melalui transfer ke Bank BCA No. Rek.
    244.005.1416 A.n. Moch. Jumari atau Bank Mandiri No. Rek. 
    1560005978731. A.n. PT Trikarya Nusatama dengan fasilitas 
    diantaranya :Modul training standar TAA,Sertifikat Kepersertaan
    Training Asesor Kompetensi (Sertifikat Atedance) dari Autolab,
     Sertifikat Kompetensi Metodelogi Asesor Kompetensi Nasional 
     Dari BNSP bagi yang memenuhi persyaratan dan direkomenda-
     sikan, Konsumsi selama training,Hotel dan real asesmen selama
     4 malam.

     Jika diperlukan informasi lebih lanjut menghubungi kami baik melalui email di autolab.tn@gmail.com atau
     moch.jmr@gmail.com maupun ke  Drs. Jumari 
     no.Hp 0818911631 atau 02146243042
 



Read more »

PELATIHAN OTOMOTIF ATAU WIRA USAHA GRATIS SELAMA 5 BULAN!



PELATIHAN OTOMOTIF ATAU WIRA USAHA GRATIS SELAMA  5 BULAN!
( DISEDIAKAN MES/ASRAMA )

Syarat Peserta :
1. Minimal Lulusan Sekolah dasar
2. Usia Minimal 18 Tahun dan maksimal 24 tahun pada tanggal 21 Mei 2014
3. Sudah lulus sekolah atau putus sekolah
4. Surat Keterangan Tidak Mampu ( SKTM ) dari Kelurahan/Desa
5. Mempunyai semangat tinggi

Cara Pendaftaran :
1. Mengisi formulir pendaftaran, dengan melampirkan :
     a. FC KTP
     b. FC Ijazah terakhir
     c. Surat Keterangan Tidak Mampu ( SKTM)  dari Kelurahan/Desa
2. Mengirim berkas kelengkapan dalam amplop coklat ke Panitia Seleksi dengan Alamat
     PUSLATDIKJUR JAKARTA UTARA
    U.P, HYUNDAI.KOICA DREAM CENTER INDONESIA
     Jl. Rawa terate 2 No.1, Kawasan Industri  Pulogadung, Jakarta Timur
3. Pengiriman bisa diantar langsung atau lewat Email : azvian.blaze@gmail.com
4. Untuk pengiriman langsung, berkas diterima panitia paling lambat 21 Mei 2014 jika lewat pos tanggal 16 Mei cap Pos.
5. Jika kurang jelas HUBUNGI  Iyan No. Hp. 081280404430,  085885270221, 

PROGRAM INI TERSELENGGARA ATAS KERJA SAMA  











Read more »

Senin, 09 Desember 2013

TRAINING TECHNICIAN PT ASTRA DAIHATSU MOTOR BERSAMA GURU -GURU SMK SE-INDONESIA

TRAINING TECHNICIAN 
PT ASTRA DAIHATSU MOTOR

         Kurikulum 2013 terus merangkak dan berjalan tanpa ditunda lagi. Semua institusi pendidikan berjibaku untuk bersiap-siap. Berbagai cara dipersiapkan dari SDM,sarana prasarana,dan fasilitas baik secara fisik dan non fisik agar siswa nantinya dengan kurikulum 2013 benar-benar akan menjadi Agen perubah di dunia global yang serba kompetetif tidak hanya kecakapan hardskill, softskillpun harus juga dimiliki.
          Untuk menjawab semua itu perlahan namun pasti terutama SDM pendidikan yang notebene Guru harus betul-betul trampil baik dari hardskill maupun softkill untuk mengimbangi sasaran dan tujuan kurikulum 2013. PT Astra Daihatsu Motor melalui program pintar bersama Daihatsu mengadakan Training Technician untuk Guru-guru SMK se- Indonesia dengan beberapa kali gelombang training.
         SMK Kampung Jawa mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan tersebut . Diwakili oleh Bapak Walan Yudiani dan Bapak Ir. Jamalan Bangun  di gelombang terakhir yang dilaksanakam pada tanggal 2-6 Desember 2013 di training center PT Astra Daihatsu Motor .Merekapun siap dengan semangat membaja demi  kemajuan anak bangsa tercinta ini. Dari daerah ada Majalengka,Malang dan Kalimantanpun turut serta,
                                                 Gambar 1. Peserta Training Technician PT Astra Daihatsu Motor

                Para Instruktur PT Astra Daihatsu Motor tidak sungkan-sungkan untuk mentrasfer ilmu tanpa adanya ditutupi,  semuanya dikerahkan dan ditrasfer . Ilmu jika semakin diberikan semakin akan bertambah demikian tukas salah seorang Instruktur Ustad Ridwan,dan sebagai info tambahan beliau baru-baru ini  dipercaya sebagai Juri Internasional pada Kontes Mekanik Otomotif  Tingkat Dunia di Negara Jerman. Mantap!. Sukses selalu Ustad Ridwan.
              Materi training technician adalah  kompetensi siswa kelas X pada substansi kurikulum 2013 untuk kompetensi teknik kendaraan ringan ditambah beberapa materi seperti MPX,Immoboliser,Elektrical Power steering (EPS) dan Air Bag SRS System. Sekitar 3 bulan yang lalu PT Astra daihatsu Motor merumuskan tentang pencapaian mekanik pada kurikulum   2013, untuk kelas X sebagai technician, kelas XI pro-technician dan kelas XII Diagnostic technician. Semua dibuka sampai habis tuntas kompetensi technician hingga teori sampai praktik. Ustad Ridwan juga menambahkan kembali untuk menambah percaya diri para guru diwajibkan juga  untuk mengikuti  program OJT di Dealer-dealer resmi PT Astra Daihatsu Motor. Insya Allah dalam bulan kedepan ini demikan tambahnya.
           Walaupun dengan 3 hari teori dan 2 hari praktik cukup puas juga para guru-guru SMK ini walapun dihati kecilnya ingin rasanya mengikuti kegiatan sampai tahapan diagnostic namun karena padatnya jadual training PT ADM baru bisa tahun ini untuk tahapan technician jadi bersabarlah,,hehe.
            Dibawah ini beberapa rangkuman kegiatan training,
                                  Gambar 2. Training Electrical Power Steering
Gambar 3. Training Pemeliharaan kendaraan Ringan pada 20000 km

Gambar 4. Training Pemeliharaan Kendaraan Ringan pada 10000 km
Gambar 5. Training Trouble Technologi MPX dan Immoboliser

     Selama 5 hari kami ditempa benar-benar sebagai seorang mekanik sungguhan,disiplin pun diterapka seperti layaknya bekerja di dealer-dealer. Ilmu yang kami dapat ini akan kami transfer kembali ke anak-anak didik kami agar para peserta didik tidak lagi ketinggalan informasi teknik yang terkini karena para guru-gurunya sekarang sudah dibekali oleh Industri sebagai penyedia kerja nanti. Bravo Daihatsu n Bravo guru-guruku!  ( Koresponden, Walan Yudiani)
 
 
 
         
 
 


Read more »

Senin, 14 Oktober 2013

Ragunan Ceria bersama keluarga












Read more »

Album adel rio,ketika libur cuti




Read more »

Kamis, 23 Mei 2013

Tour de Yogya 2013 : Sebuah Catatan Perjalanan (smk farmasi tunas bangsa angkatan ke - 45)


Tour de Yogya 2013 : Sebuah Catatan Perjalanan (smk farmasi tunas bangsa angkatan ke - 45)


        Ujian Nasional tahun 2013 telah berakhir, untuk menghilangkan rasa penat dan kejenuhan level 6, tanggal 5-8 mei 2013 yang lalu sekitar 82 orang dari 97 peserta didik mengikuti kegiatan study tour ke yogya yang penulis beri nama Tour de Yogya 2013. Tour disini benar-benar full wisata,full canda pokoknya I love you full deh hehe. Memang persiapan menjelang UN benar-benar menguras tenaga,fikiran dan waktu. Biarpun begitu mereka tak mengenal lelah dan pantang menyerah tancap gas terus ini semua tidak lain adalah untuk meraih prestasi yang setinggi-tingginya. Semoga berhasil dan cita-citanya terlaksana. Amin. Cemunguuuuuut yah, hehe.
          Pas tanggal 5 mei 2013,tepatnya hari minggu jam 14.30 Wib tour de yogyapun diberangkatkan.Tak tanggung-tanggung langsung dibuka oleh pejabat-pejabat penting dari kampus tercinta, SMK Farmasi Tunas Bangsa Jakarta, diantaranya ada Bapak Sukri Kimin selaku Pembina Sekolah, Bapak Azril Kimin selaku Kepala Sekolah mereka menghimbau agar study tour ini benar-benar dinikmati dan menyenangkan sehingga aturan-aturan yang sudah dibuat oleh panitia benar-benar dipatuhi dan dilaksanakan dengan baik. Bu Ema selaku Ketua Panitia Tour de Yogya bersama teman-teman guru lainnya sudah mempersiapkan jauh-jauh hari apalagi menjelang pemberangkatannya cukup sibuk hampir setiap hari,setiap detik,setiap napasnya tercurahkan semuanya ini tidak lain agar kegiatan tersebut berjalan dengan sukses dan lancar. Alhasil kegiatan ini berhasil dengan sukses. Mo tau kegiatannya baca reportase berikut ini.
Gambar 1. Kepala Sekolah memberikan wejangan 
       Dengan memperhatikan secara seksama tiap kata dan arahan dari Kepala SMK Farmasi Tunas Bangsa,peserta tour de yogya mengiyakan apa yang dikatakan dan diarahkan kepala sekolah tersebut, juga tak lupa pula berpesan pada panitia agar selalu kompak menjaga dan mengatur peserta agar tetap selalu berada pada pantauan panitia karena Yogya bukan rumah kita sendiri demikian Kepala Sekolah menambahkan pada sambutan terakhirnya. Dan acara prosesi pemberangkatanpun ditutup dengan doa oleh Bapak guru kita yaitu Bapak Walan Yudiani agar supaya perjalanan baik pergi maupun pulang selalu dilindungi oleh Allah SWT. Amin Ya Robbalalamin.
     Prosesi pemberangkatanpun usai, dilanjutkan dengan pembagian bis sesuai daftar yang sudah diatur oleh panitia. Ada yang maunya dekat jendela,dekat supir,samping pintu masuk mobil sambil gelantungan dan yang lebih parahnya ada yang mau duduk dibelakang bis (waduh...hehe). Tahun ini kita menggunakan 2 Bis White Horse referensi dari bu heni menurut sumber yang tidak dipercaya. Lumayan bagus dan terwakili untuk perjalanan jauh walaupun tidak ada kamar toilet di dalamnya. Yah,,siap-siap saja untuk menahan hajat atau bila perlu menggunakan pampers kalau memang tidak tahan , nah lo!..hihi.
        Pembagian tempat duduknya bebas tapi teratur,sopan dan tidak sombong (maksudnya,,,red). Yang wanita dengan wanita dan yang laki-laki dengan laki-laki. Setiap bis ada perwakilan guru dan penanggung jawabnya. Bis 1 penanggung jawabnya adalah Pak walan sementara bis 2 ,Pak Jonnefi. Perjalananan ke Yogyakarta membutuhkan waktu sekitar 14 jam itu kalau ngga macet,kata Pak Ramdoni (supir bis 1) sambil mesem-mesem karena melihat anak-anak farmasi yang caem-caem itu.Walah!.

Gambar.2. Suasana di Bis sebelum pemberangkatan
     Petualanganpun segera dimulai,tiap-tiap bis membuat acaraberbeda-beda agar peserta tour de yogya selama perjalananankurang lebih 14 jam itu tidak menjadi bosan,BT,ngelamun sendiri yang tidak jelas. Yah, minimal membuat peserta tour de yogya nyaman dan senang. Bis 1 dengan adanya Bu Dona cs hiduplah suasana di bis sehingga semuanya tidak merasa sedang melakukan perjalanan jauh. Dengan cerita-cerita yang lucu (humor,red) dan suara emasnya Bu Dona menghibur semua penduduk tour yang ada di bis 1 ditambah lagi dengan pak walan karokean satu album koes plus dibabat habis. Sampai-sampai salah satu peserta tour bilang,..”Wah pak walan nyanyinya keren dan bagus banget, apalagi kalau pak walan ngga nyanyi kayanya lebih bagus lagi deh!”.Hah! . Pokoknya seru habis,dahsyat sampai cetar membahana hingga pak walan bilang, “ Kalian luar biasaaaaa!”. Rasa-rasanya momen seperti ini tidak mudah untuk dilupakan. Di bis 2 pun tidak kalah serunya dengan di pandu Bu neneng cs dan peserta tour bertambah semaraklah suasana di Bis 2. Ada momen penting di bis 2 yang mungkin tidak dilupakan. Saking serunya acara salah satu peserta terhanyut dalam buaian mimpi hingga teman-temannya dengan naluri jailnya dikerjailah peserta itu. Ini hasilnya!.

Gambar.3. Salah satu peserta tertidur pulas
      Sory,Mas murdianto !. Mohon izin fotonya dipublikasikan sebagai pelengkap historis perjalanan tour de yogya. Tak terasa perjalanan sudah sampai kota Cirebon. Cuma sayangnya dalam perjalanannya banyak jalan-jalan yang sedang diperbaiki sehingga sedikit mengganggu kenyamanan tour. Yah!,Tidak taulah kenapa seperti itu. Kita pun berhenti di salah satu rest area tepatnya di daerah kota cirebon tersebut. Sholat,buang hajat,makan dan istirahat sejenak sambil mengendorkan urat-urat syaraf yang kecapean karena 8 jam-an kita duduk di bangku bis. Malam di perjalananpun tiba. Rasa capek,lelah tumpah jadi satu karena setengah harian tidak istirahat hingga akhirnya hampir semua peserta kembali ke peraduannya dan tertidur pulas .Alhasil,di bis itu yang ada hanya suara-suara dengkuran saling bersahutan. Yang unik dengkurannya berbeda-beda sehingga kalau kita dengarkan dan rasakan seperti berada pada sebuah konser show musik gamelan.Hehe.
         Menjelang subuh ,akhirnya sampai juga pada daerah radius wisata candi borobudur. Sepi dan sunyi. Sepanjang jalan menuju candi borobudur kendaraan bermotorpun bisa di hitung dengan jari. Yang ada hanya barisan-barisan pohon yang membisu dan kelokan jalan yang meliuk-liuk seperti seekor naga yang keluar dari sarangnya . Angin pedesaanpun tak mau kalah bersaing terus saja melantunkan lagu-lagu sendu beraroma dusun menyongsong fajar di ujung lembah perbukitan candi seakan-akan turut meninabobokan semua peserta tour. Bila kita menguak dalam bis ,sebagian peserta masih terlelap tidurnya yang sebagian lagi meneriakkan yel-yel untuk segera berhenti. Akhirnya bis berhenti tepat di masjid karena tidak tahan melihat aksi protes dari beberapa peserta tour. Untungnya mereka belum sempat pasang spanduk. Waduh, segitunya! .Merekapun sholat ,bersih-bersih diri walaupun sekedar hanya membasuh muka saja sehingga nantinya ketika sampai di candi borobudur tidak ada lagi lukisan abstrak di muka dan dipinggiran mulut mereka.
         Kira-kira jam 6.30 WIT rombongan peserta tour tiba di tempat wisata candi borobudur. Mungkin karena datangnya terlalu pagi sehingga sepertinya belum ada tanda-tanda kehidupan sekitar candi .Sambil menunggu dibukanya loket dan datangnya sarapan pagi mereka sejenak foto-foto bersama.Momen narsis yang ditunggu-tunggu.  



Gambar 4. Peserta tour berfose sejenak
           Pukul 7.30 WIT pintu loket Candi Borobudur dibuka. Bu Ema beserta seluruh rombongan bergegas antri di loket. Ternyata yang berwisata pada hari itu tidak hanya dari Jakarta saja dari luar Jakartapun banyak. Wuch lumayan harga karcisnya, 30 ribu per orang. Yah, sebandinglah dengan tempat wisatanya.Jangan dihitung jumlah uangnya tapi maknailah dengan besarnya uang itu kita bisa turut memelihara dan melestarikan warisan budaya bangsa kita.Akur kan!. Sudah lama sekali tidak pernah ke candi borobudur . Ini yang ketiga kalinya kata Pak walan ketika ditanya pak Jonefi disela-sela antrian loket sambil mengatur barisan anak-anak peserta tour. Ada banyak perubahan tidak hanya tempat wisatanya juga aturan-aturannya. Seperti contoh dibawah ini, tahun 2007 yang lalu waktu berwisata ke candi borobudur tidak ada properti candi yang harus digunakan. Tahun ini semua peserta tour harus dan wajib menggunakan Kain batik bermotif candi borobudur. Cuma sayangnya tidak menjadi hak milik hanya hak guna pakai ketika akan menyusuri dan masuk disekitar candi.Tak taulah,apa maksudnya. Kita turuti saja aturan-aturan itu sepanjang tidak menggangu prinsip hidup kita.



Gambar 5. Pak Walan dan peserta tour lainnya mengenakan kain batik.
Akhirnya tiba juga di muka pelataran candi borobudur. Dahsyat dan mengagumkan. Karya peradaban bangsa kita dulu yang perlu diacungin banyak jempol. Susunan batu-batu yang besar dan teratur benar-benar melambangkan betapa canggihnya teknologi rancang bangun pada masa itu. Model bangunan dan teknologi arsitektur yang sangat membanggakan bangsa kita. Tak salah jika masuk dalam daftar 7 keajaiban dunia.


Gambar 6. Pelataran muka candi borobudur.



Gambar 7. Stupa candi Borobudur yang elok
      Kurang lebih 4 jam-an peserta berkeliling candi borobudur dari lantai dasar sampai dengan puncak candi borobudur tepatnya bisa melihat stupa-stupa candi borobudur yang unik dan bernilai seni ukir batu yang bernilai sangat tinggi.Peserta wisatapun tidak hanya dari lokal penduduk Indonesia saja ternyata dari luar negeripun ada. Kebetulan sekali ada beberapa peserta tour yang lumayan bisa menggunakan bahasa Inggris sehingga turis tersebut mau diajak fose dan foto bersama.


Gambar 7. Foto bersama turis
       Pukul 11-an kami semua turun dari puncak Candi Borobudur. Di sepanjang jalan menuju pintu keluar banyak orang yang menawarkan dan menjual souvenir reflika candi borobudur dari yang kecil sampai besar. Kaos-kaos bergambar candi borobudurpun tak mau kalah bersaing. Apalagi panganan jajanan khas daerah Magelang turut menghiasi dan meramaikan tempat wisata tersebut. Banyak juga peserta tour yang belanja atau sekedar melihat-lihat saja. Yang jelas wisata ke candi borobudur membuat peserta merasa puas dan menyenangkan. Perjalananpun kami lanjutkan. Rundown acara harusnya ke pantai baron namun tak tau sebabnya menurut sumber berita yang tak dapat dipercaya. Katanya, peserta sudah lelah banget ditambah lagi sudah terlalu siang sehingga menurut Ketua Panitia,Bu ema.”Kita langsung saja Ke Hotel!”.Tanpa ba bi bu lagi semua awak bis langsung starter gasnya tapi ngga pakai ngebut loh. Yup, akhirnya kesampaian juga menikmati pemandangan perjalanan di siang hari sekitar magelang dan yogya. Kesibukan kota yang terkenal gudeg dan ketupatnya. Kota Yogya dan Magelang sangat asri dan indah di pandang mata. Angkutan khas becak yang dipelihara dan atur oleh pemprov DIY Yogyakarta bersileweran sana sini berseragam layaknya angkutan resmi. Yah,itulah Yogyakarta. Sempat penulis bertanya pada mas-mas becak ini ( kalau di Jakarta panggilannya Abang Becak,,red) .”Mas ndak takut ditertibkan oleh Pemerintah di sini?”. Apa jawaban mereka, Pae..Pae..! .Di sini ndak kaya di Jakarta,aman karena disini setiap pemilik becak harus punya SIM layaknya kendaraan bermotor diatur sehigga benar-benar terkoordinir dengan rapih. Wah,keren banget.
        Tak terasa sampai juga di Hotel . Namanya, Hotel Whiz dengan kelas bintang 2 terletak di jalan Dagen 16, berseberangan dengan Jl Malioboro, Yogyakarta. Bu ema ditemani dengan Bu Erlita langsung saja konfirmasi kedatangan peserta tour .Cukup lama juga menunggu, selidik punya selidik ternyata kamar-kamarnya masih dibereskan mungkin bekas tamu-tamu sebelumnya

Gambar 8. Bu ema dan Bu erlita sedang konfirm hotel

Gambar 9. Peserta tour menunggu kamar hotel
       Sekitar setengah duaan akhirnya kami dapat juga kamar hotel. Konsep hotelnya minimalis aman ,nyaman dan tak mengecewakan. Banyak kejadian-kejadian yang bisa di bilang lucu atau apalah, pokoknya baca aja deh terusannya.hehe. Rupa-rupanya banyak juga loh yang baru pertama kali masuk hotel.Contohnya waktu buka pintu hotel. Wuch,banyak juga loh yang tidak tau caranya karena pintunya pakai kartu gitu,kaya sim card di Hp. Jadi selama setengah jam-an baru deh bisa masuk. Maklum aja di rumah biasanya menggunakan kunci gembok sama di palangin kayu deh .hihi...

Gambar 10. Bu ulfa memperagakan cara menggunakan kartunya
        Hampir 31 kamar dipesan oleh peserta tour dari SMK Farmasi Tunas Bangsa Jakarta dari 100 kamar hotel yang dimiliki hotel whiz . Bisa dibayangkan,bagaimana mengatur anak-anak peserta tour sebanyak kamar itu. Yah,terasa seperti ngurus anak-anak kos saja!”.Tukas salah satu pembimbing peserta yang tidak mau disebutkan namanya. Pagi harinya kami disajikan makanan dari Hotel dengan menu bervariasi dari menu nasi gudeg khas Yogya sampai dengan nasi kuning telor dadar sambal kacang pedas-pedas manis.Lumayan enak dan pas untuk mengisi perut di pagi hari .Yahh,serba manis. Untung pesertanya manis-manis jadi tidak berpengaruhlah hehe....Waduh!.Setelah makan dan lain-lain kamipun siap bergegas mengikuti acara selanjutnya. Sesuai rundown acara ada 3 tujuan. Pertama,ke Kraton Yogya,UGM dan terakhir ke pantai parangtritis. Perjalanan yang cukup melelahkan dan panjang. Biar begitu peserta tetap senang di sana senang (kaya lagu pramuka nih hehe...).

Gambar 11. Sarapan pagi di Hotel whiz
      Sampai di Kraton yogya kamipun masih tetap antri. Itu bukti bahwa kita tetap disiplin kapanpun dan dimanapun berada. Masuk ke kraton yogya ditemani dengan pemandu wisata yang sudah disiapkan oleh pemilik tempat wisata tersebut. Telaten dan sangat komunikatif,sehingga peserta benar-benar faham dan mengerti.



Gambar 12. Pemandu wisata kraton sedang menjelaskan sejarah kraton.
      Setelah kurang lebih 2 jam-an perjalanan kami lanjutkan ke Universitas Gajah Mada. Disana kami hanya foto-foto saja dan istirahat makan siang dengan makan bakso malang khas yogya ( Memangnya ada khas yogya?....red). Dan Perjalanan seterusnya dilanjutkan ke Pantai parangtritis. Sampai disana kami mengadakan Game da tukar kado tanpa kecuali guru-gurupun ikut serta.Perjalanan yang mengasyikkan dan seru.Pukul 17.00 Wit kami bergegas kembali ke Hotel. Sebelum sampai ke hotel kami diajak panitia ke Oulet De Java (salah satu outlet ole-ole khas yogya ,red) untuk belanja ole-ole khas yogya. Ada kue bakpia,kripik belut,kripik ceker,klanting dan banyak macamnya.Pokoknya bagasi bis penuh dengan aroma makanan khas yogya. Puas dan benar-benar puas.
        Pukul 20.00 wit kami tiba di Hotel.Belum cukup puas juga panitia mengijinkan untuk shopping kembali ke malioboro hanya dibatasi sampai dengan jam 22.00 Wit .Waduh, benar-benar ngeborong nih.Kira-kira bisnya muat ngga yah?.
        Pukul 22.00 Wit semua peserta kembali dari shoppingnya. Tak ada rasa lelah yang ada kepuasan dan sepertinya ingin berlama-lama lagi di Yogya.Nah,Loh siapa yang mau bayarin, Woy !.
       Tak terasa waktu terus bergulir.Sudah dua malam menginap di hotel whiz perlahan pasti besok sudah kembali ke Jakarta. Ada rasa keinginan untuk terus berlama-lama tapi ada juga rasa rindu untuk kembali Jakarta. Jam dinding hotelpun terus berdetak dengan pastinya. Hampir semua peserta tour mendengarkan suara detak dan gerak jarum jam itu. Seakan-akan tidak rela jarum jam itu berdetak meninggalkan waktu. Inginnya jarum jam itu kembali memutar waktunya lagi. Malam terakhir kian dekat.Semua peserta tentunya pada malam itu sudah mulai dan selesai membereskan barang-barangnya sehingga paginya tinggal angkut saja ke Bis siap untuk go to Jakarta. Menghirup kembali udara Jakarta dan menikmati pemandangan hiruk-pikuknya Ibukota negara kita ini.Rencana panitia kita berangkat lebih awal sekitar jam 7-an supaya nantinya sampai di sekolah (Jakarta,Red) tidak terlalu malam.
        Pagi sekitar setengah 7-an kami sudah berkumpul di lobby hotel. Sarapan pagi yang biasanya makan di loby-loby hotel kini dijadikan nasi kotak saja mengingat waktu yang sempit dan perjalanan cukup jauh. Kira-kira jam 8 pagian kami berangkat meninggalkan Yogyakarta.Bismillah!. Melaju juga 2 bis WH . Kamipun sempat tak tega juga meninggalkan kenangan ini.Hotel Whiz Tahun 2013.Kenangan di loby,suara canda teman seangkatan di kamar-kamar hotel.Gemerincing suara gamelan dan pancuran shower yang hangat menyatu dan tersimpan dalam satu diary kehidupan. Tak terlupakan. Mudah-mudahan saat-saat sepert ini akan terulang kembali.Entah kapan hanya waktu yang bicara. ( Jakarta,10 mei 2013, Koresponden Pak Walan,Guru Fisika SMK Farmasi Tunas Bangsa.Teruntuk anak-anakku Farmasi Tunas Bangsa.Tetaplah selalu berproses menjadi yang terbaik)  

Read more »